MALANG – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap keselamatan serta penanganan bencana, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Batu menggelar pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), serta Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 3 Februari 2025, bertempat di SMK Islam Kota Batu, Jawa Timur.
Pelatihan ini diikuti oleh 173 siswa SMK Islam Kota Batu dengan antusiasme tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai berbagai risiko bencana, cara memberikan pertolongan pertama, serta pentingnya penerapan standar keselamatan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga melakukan praktik langsung sehingga materi lebih mudah dipahami dan diaplikasikan.
![]() |
Tim MDMC Kota Batu ketika sosialisasi Pelatihan K3-P3K |
Materi Pelatihan yang Komprehensif
Pelatihan ini menghadirkan tiga pemateri yang kompeten di bidangnya. Materi pertama, “Panorama Bencana,” disampaikan oleh Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P. Ia menjelaskan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Indonesia, khususnya di Kota Batu. Menurutnya, pemahaman tentang karakteristik bencana sangat penting agar masyarakat dapat melakukan mitigasi dengan lebih baik. Dalam paparannya, Festy menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah agar siswa dapat bertindak cepat dan tepat saat terjadi situasi darurat.
Materi kedua tentang “Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)” disampaikan oleh Windy Kiswha Cahlendra, S.Pd. Dalam sesi ini, peserta dibekali dengan pengetahuan dasar mengenai tindakan pertama yang harus dilakukan dalam keadaan darurat, seperti menangani luka, patah tulang, serta teknik resusitasi jantung paru (RJP). Tidak hanya teori, para siswa juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung dengan bimbingan instruktur. Hal ini bertujuan agar peserta dapat lebih percaya diri dalam menangani situasi darurat di sekitar mereka.
Sementara itu, sesi terakhir mengenai “Pengenalan K3” dipandu oleh Ners. Imam Fitrianto, S.Kep. Ia menjelaskan bahwa penerapan K3 bukan hanya tanggung jawab tenaga kerja di industri, tetapi juga harus diperhatikan di lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari. Para siswa diberikan wawasan mengenai pentingnya keselamatan saat melakukan aktivitas praktikum di sekolah serta bagaimana mengidentifikasi dan mengurangi risiko kecelakaan di lingkungan kerja maupun rumah.
![]() |
Siswa mempraktikan arahan tim MDMC |
Antusiasme Peserta dan Praktik Langsung
Pelatihan ini tidak hanya berlangsung secara teoritis, tetapi juga diperkaya dengan sesi praktik langsung. Dalam sesi praktik P3K, peserta mencoba melakukan pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan ringan dan simulasi keadaan darurat. Hal ini mendapatkan respons yang sangat baik dari peserta, yang terlihat aktif bertanya dan berpartisipasi.
Salah satu peserta, Safiraa, siswa kelas XI SMK Islam Kota Batu, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dan memberikan wawasan baru baginya. “Saya jadi lebih paham bagaimana cara memberikan pertolongan pertama jika ada teman atau keluarga yang mengalami kecelakaan. Sesi praktiknya juga seru dan menantang,” ujarnya.
Selain itu, pada sesi K3, para siswa diberikan pemahaman tentang alat pelindung diri (APD) yang harus digunakan saat melakukan kegiatan tertentu, terutama di laboratorium atau bengkel sekolah. Hal ini bertujuan untuk membiasakan para siswa agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas mereka.
![]() |
Tim MDMC Kota Batu bersama unsur SMK Islam Batu |
Tanggapan dan Evaluasi Kegiatan
Kepala SMK Islam Kota Batu, Nurul Hidayah, S.Psi, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap agar pelatihan serupa dapat terus diadakan. “Pelatihan ini sangat penting bagi siswa agar mereka memiliki bekal yang cukup dalam menghadapi berbagai risiko di kehidupan sehari-hari. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi program rutin di sekolah,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua MDMC Kota Batu, Rindya Fery Indrawan, S.Pi, MP, menyampaikan rasa bangganya terhadap antusiasme peserta. “Kami melihat semangat dan partisipasi aktif dari para siswa selama pelatihan ini. Harapan kami, ilmu yang didapat bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” Yang juga dosen Perikanan UMM.
Secara keseluruhan, pelatihan ini berjalan dengan lancar. Para peserta aktif berdiskusi dan bertanya kepada pemateri mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan materi yang diberikan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para siswa dapat lebih siap dalam menghadapi situasi darurat serta lebih sadar akan pentingnya keselamatan di lingkungan mereka.
Dengan kesuksesan acara ini, SMK Islam Kota Batu dan MDMC Kota Batu berencana untuk melaksanakan pelatihan serupa di masa mendatang dengan cakupan materi yang lebih luas. Harapannya, semakin banyak siswa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana serta situasi darurat lainnya. (indra/hamara)
0 Komentar