MALANG – Langkah strategis menyambut digitalisasi pendidikan di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (SMK Mutu) terus dilakukan oleh Kepala SMK Mutu, ustadz Munali, ST, M.Pd, dengan menandatangani MoU bersama Marshall Cavendish Education (MCE), Singapore.
Menurut ustadz Munali, SMK Mutu meningkatkan penguasaan AI (Artificial Intelegence) guru dalam pembelajaran. Sehingga basis kecerdasan tiruan tersebut dapat mempercepat kompetensi guru dalam proses ilmu pengetahuan. Itu sebabnya SMK Mutu harus memiliki sumber daya guru yang siap beradaptasi perkembangan teknologi digital dan mesin pencarian informasi.
![]() |
Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, ustadz Munali, menandatangi MoU |
SMK Mutu Gondanglegi bersama Marshall Cavendish Education, Singapore, program kerjasama luar negeri tersebut difasilitasi antara Majlis Dikdasmen PWM Jatim dan beberapa sekolah Muhammadiyah yang memiliki program Internasional.
“Diharapkan dengan mengikuti pelatihan sekaligus MoU ini, kami berharap guru tidak hanya secara manual dalam pembelajaran, tetapi juga sudah berbasis digital, sementara siswa tidak hanya dikuasai teknologi, tetapi mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar,” tandas ustadz Munali.
Di tempat berbeda, Ketua Majlis Dikdasmen PWM Jatim, Prof Khozin, menjelaskan MoU ini sebetulnya sudah dirancang dan dilaksanakan dalam beberapa tahap, termasuk pertemuan beberapa kali dengan perwakilan Marshall Cavendish Education (MCE), Singapore dengan sekolah Muhammadiyah Jawa Timur dan Majlis Dikdasmen.
Dalam proses tersebut akhirnya kesepakatan kerjasama melalui MoU dapat direalisasikan. Program ini awal untuk pelatihan guru dan siswa pembelajaran berbasis AI, tetapi kemudian berkembang untuk kerjasama dengan program saling berkunjung antara siswa, guru ke Singapura dan sebaliknya ke sekolah Muhammadiyah di Indonesia.
![]() |
Foto bersama Pimpina Majlis Dikdasmen PWM Jatim dan Manager Marshall Cavendish Education Singapore |
Sementara Mr. Lim Soon Jin – Head of Education, Marshall Cavendish Education, Singapore menjelaskan Singapura adalah salah satu negara dengan peringkat PISA tertinggi. Semua diraih dengan semangat dan kedisiplinan. Siswa di Singapura sejak dini sudah dibiasakan dengan budaya tertib, bersih, rapi dan mandiri, serta dibiasakan membaca dan belajar dengan keras.
Sehingga saat ini pendidikan di Singapura termasuk yang terbaik, dari urutan menurut PISA. Program yang akan segera dilaksanakan adalah pelatihan guru untuk menguasai AI kegiatan pembelajaran, dengan menguasai AI, diharapkan guru dapat membuat modul ajar, serta metode belajar yang bervariasi dan sangat erat dengan teknologi.
Teknis pelaksanaan program, akan ada dua pelatihan, yang pertama pelatihan AI untuk guru Bahasa Inggris, dan yang berikutnya pelatihan AI untuk guru non Bahasa Inggris. Setiap guru nanti akan mendampingi 10 siswa, sehingga jika ada seratus siswa yang ikut, maka ada guru 10 yang ikut pelatihan. Sistem pelatihan sesuai dengan program yang sudah dijalankan di Marshall Cavendish Education Singapore.
Pada saat pelatihan guru akan memperoleh akun belajar, dan peserta siswa juga akan memperoleh akun belajar untuk kegiatan pelatihan dan pembelajaran. Berikutnya akan ada program kunjungan studi banding, guru dan siswa ke kampus Marshall Cavendish Education di Singapore. SMK Muhammadiyah 7 juga sudah mendaftarkan kurang lebih 300 siswa, sehingga nanti akan ada 30 guru yang di-ikutkan pelatihan AI. Tentu akan dipilih yang menguasai ICT, IOT dan beberapa perangkat lunak yang terkait dengan AI. (humas smk mutu/mnl/hamim)
0 Komentar